INTINUSA - Meksiko bersiap menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola global. El Tricolor bakal menjadi negara pertama di dunia yang resmi bertindak sebagai tuan rumah dalam tiga edisi Piala Dunia FIFA, saat mereka menyambut pesta akbar tahun ini bersama Kanada dan Amerika Serikat.
Tampil untuk ke-18 kalinya di ajang terbesar bumi, Meksiko tidak hanya ingin sekadar menjadi EO (event organizer) yang baik. Di bawah komando pelatih veteran Javier Aguirre, mereka mengusung misi besar: mendobrak tembok tebal babak perempat final dan mengejar gelar juara perdana.
Magis Tuan Rumah dan Ambisi "El Vasco"
Sejarah mencatat, langkah terjauh Meksiko di Piala Dunia selalu terjadi saat mereka bermain di kandang sendiri, yakni menembus perempat final pada edisi 1970 dan 1986.
Kini, demi melangkah lebih jauh dari sejarah tersebut, federasi kembali memercayakan kursi kepelatihan kepada Javier Aguirre. Pelatih kawakan yang akrab disapa El Vasco ini resmi memulai periode ketiganya menukangi timnas sejak Juli tahun lalu.
"Kami semua fokus pada tujuan akhir, yaitu agar Meksiko meraih Piala Dunia terbaik dalam sejarah kami," tegas Aguirre, Maret lalu.
Aguirre tidak sendiri. Di sisinya ada Rafael Marquez sebagai asisten pelatih—legenda hidup pemegang rekor 19 penampilan di 5 edisi Piala Dunia. Kombinasi ketegasan Aguirre dan karisma Marquez yang sarat pengalaman di Barcelona diharapkan mampu membakar kembali hasrat bertarung skuad El Tricolor.
Menanti Ledakan di Grup A
Sebagai tuan rumah, Meksiko dipastikan mendapat dukungan penuh dari publik sendiri yang terkenal dengan fanatisme luar biasa. Berikut adalah jadwal tanding Meksiko di fase grup:
11 Juni: Meksiko vs Afrika Selatan (Mexico City Stadium)
18 Juni: Meksiko vs Korea Selatan (Estadio Guadalajara)
24 Juni: Ceko/Denmark/Makedonia Utara/Republik Irlandia vs Meksiko (Mexico City Stadium)
Rapor Sejarah & Memoar Kejayaan El Tricolor
Meksiko adalah salah satu poros sepak bola tradisional dunia yang punya rekam jejak panjang sejak Piala Dunia perdana di Uruguay 1930.
Kemenangan Terbesar: Melumat El Salvador 4-0 di Estadio Azteca pada edisi 1970.
Momen Ikonik 1986: Tendangan salto spektakuler Manuel Negrete ke gawang Bulgaria di babak 16 besar yang kini abadi dalam buku sejarah sepak bola.
Drama Prancis 1998: Gol dramatis Luis Hernandez pada menit ke-94 untuk menahan imbang Belanda 2-2 dan mengunci tiket lolos fase grup.
Dua Insting Predator Pemegang Rekor Gol
Untuk urusan menjebol gawang lawan di Piala Dunia, nama Luis "El Matador" Hernandez (Prancis 1998) dan Javier "Chicharito" Hernandez (Afrika Selata
n 2010, Brasil 2014, Rusia 2018) masih menjadi yang tersubur bagi Meksiko dengan masing-masing torehan 4 gol.
Penebusan Dosa Terbuka Lebar
Piala Dunia dengan format baru 48 tim ini juga menjadi ajang penebusan dosa bagi Meksiko. Pasalnya, pada edisi Qatar 2022 lalu, mereka mencatatkan rapor merah setelah gagal lolos dari fase grup—sebuah tragedi yang pertama kali terjadi sejak 1978.
Dengan kembalinya magis stadion bersejarah seperti Mexico City Stadium dan energi luar biasa dari suporter setianya, tahun ini adalah momen paling tepat bagi Meksiko untuk membuktikan bahwa mereka layak berdiri sejajar dengan para raksasa sepak bola dunia.
