GORONTALO – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru milik Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mencatat adanya pertumbuhan signifikan pada instrumen kas. Berdasarkan dokumen laporan periode 2025, terjadi kenaikan dana likuid sebesar Rp1,6 miliar hanya dalam kurun waktu satu tahun kalender.
Data yang dirilis melalui laman e-LHKPN KPK menunjukkan bahwa per 31 Desember 2025, total nilai "Kas dan Setara Kas" milik Gusnar Ismail mencapai Rp1.640.575.813. Jumlah ini melonjak drastis jika dibandingkan dengan posisi keuangan beliau pada tahun sebelumnya.
Dalam laporan periode 2024 yang disampaikan pada Juli 2025, saldo kas beliau tercatat hanya sebesar Rp7.922.697. Dengan demikian, terdapat selisih kenaikan uang tunai atau simpanan bank senilai Rp1.632.653.116 dalam masa pelaporan satu tahun tersebut.
Kenaikan aset kas sebesar Rp1,6 miliar ini menjadi faktor utama yang mendongkrak total kekayaan Gusnar Ismail secara keseluruhan. Sementara itu, kategori harta lainnya dalam dokumen LHKPN terpantau stabil tanpa adanya penambahan unit atau nilai.
Sektor Tanah dan Bangunan tetap berada di angka Rp4.143.551.250. Gusnar melaporkan 11 bidang aset properti yang sama persis dengan laporan tahun sebelumnya, tanpa ada transaksi jual-beli aset tidak bergerak sepanjang tahun 2025.
Begitu pula dengan kategori Harta Bergerak Lainnya yang dilaporkan secara konsisten sebesar Rp169.000.000. Data ini menunjukkan tidak adanya penambahan koleksi benda bergerak bernilai ekonomis dalam daftar harta kekayaan beliau pada periode tersebut.
Dalam dokumen LHKPN tersebut, kolom Alat Transportasi dan Mesin kembali dikosongkan. Hal ini menegaskan bahwa Gusnar Ismail melaporkan secara resmi tidak memiliki kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, dalam dua tahun terakhir.
Kepemilikan Surat Berharga serta Harta Lainnya juga tetap tercatat nihil pada laporan tahun 2025. Seluruh pertumbuhan kekayaan beliau dalam setahun terakhir murni tertumpu pada akumulasi saldo di instrumen kas dan setara kas.
Dari sisi kewajiban, Gusnar Ismail tercatat tidak memiliki hutang dalam laporan periode 2025 ini. Status nihil hutang ini konsisten dengan laporan tahun 2024, sehingga total kekayaan bersih beliau tetap utuh tanpa adanya potongan kewajiban finansial.
Laporan yang merinci kenaikan kas Rp1,6 miliar ini telah dinyatakan memiliki status verifikasi "Lengkap" oleh KPK. Dokumen tersebut disampaikan pada 4 Maret 2026 sebagai bentuk kepatuhan tahunan Gusnar Ismail yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Gorontalo.
