BONE BOLANGO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone Bolango menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (14/4/2026) guna mencari solusi konkret atas polemik operasional objek wisata Pantai Kurenai. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam membenahi masalah perizinan usaha dan standar keamanan di salah satu destinasi unggulan daerah tersebut.
Dorong Pembinaan Pelaku Usaha
Dalam rapat tersebut, Anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Sofyan Wahidji, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kepada para pengelola wisata. Ia berharap penegakan aturan tidak dilakukan secara kaku, melainkan melalui pendekatan yang lebih konstruktif.
“Kami berharap adanya pendampingan dan pembinaan yang intensif kepada pelaku usaha. Tujuannya agar mereka lebih memahami regulasi dan dapat melengkapi persyaratan dengan baik, sehingga usaha mereka bisa berjalan lancar dan legal,” ujar Sofyan.
Menurutnya, dukungan administratif dari pemerintah akan membantu pelaku usaha lokal untuk tumbuh sekaligus memastikan mereka beroperasi dalam koridor hukum.
Kesiapan Menghadapi Event Nasional
Urgensi penyelesaian masalah ini juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Bone Bolango, Yamin Abas. Mengingat Kabupaten Bone Bolango akan menjadi tuan rumah agenda besar berskala nasional, kepastian operasional destinasi wisata menjadi prioritas utama.
“Persoalan ini harus segera tuntas mengingat daerah akan menghadapi event besar nasional. Kesiapan destinasi, baik dari sisi izin maupun keamanan, sangat krusial bagi citra daerah,” tutur Yamin.
Merespons hal tersebut, pihak pengelola Pantai Kurenai menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi sesuai aturan yang berlaku.
Komitmen untuk Keamanan Wisatawan
DPRD menegaskan bahwa tujuan utama dari penataan ini bukanlah untuk menghambat kreativitas ekonomi masyarakat, melainkan untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung.
Operasional yang legal diharapkan mampu memberikan kontribusi positif yang lebih terukur bagi ekonomi daerah. Dengan terpenuhinya seluruh standar regulasi, Pantai Kurenai diproyeksikan menjadi model pengelolaan wisata yang aman, profesional, dan berkelanjutan di Bone Bolango.
Redaksi: Tim Liputan
