Logo Media Intinusa

INTINUSA

Tajam, Terpercaya

Perkuat Benteng Maritim, Jepang-Indonesia Kolaborasi Kendalikan Banjir dan Risiko Bencana


TOKYO – Isu keamanan maritim dan penanggulangan bencana menjadi agenda prioritas dalam pertemuan bilateral antara PM Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan yang berlangsung di Tokyo pada Selasa (31/03/2026) ini menghasilkan kesepakatan penting terkait perlindungan wilayah pesisir.

PM Takaichi menyatakan bahwa sebagai dua negara maritim, Jepang dan Indonesia memiliki kerentanan yang serupa terhadap bencana alam. Oleh karena itu, sinergi dalam manajemen risiko bencana menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera diimplementasikan secara konkret.

"Sebagai dua negara maritim yang rentan terhadap bencana alam, kami menyepakati kerja sama maritim termasuk manajemen risiko bencana, termasuk langkah-langkah pengendalian banjir," tutur PM Takaichi dalam pernyataan persnya. Kesepakatan ini mencakup pertukaran teknologi mitigasi yang canggih.

Selain pengendalian banjir, sektor perikanan juga mendapat perhatian khusus dalam diskusi tersebut. Kedua negara sepakat untuk mempromosikan industri perikanan yang berkelanjutan guna menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir di kedua wilayah.

Di bidang keamanan, Jepang berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas Angkatan Laut Indonesia. Dukungan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik agar tetap bebas, terbuka, dan kondusif bagi jalur perdagangan internasional.

PM Takaichi juga menyambut baik kemajuan diskusi tentang pengaturan kerja sama pertahanan yang saat ini tengah berlangsung antar otoritas pertahanan kedua negara. Upaya ini dipandang sebagai langkah nyata dalam mempromosikan perdamaian di kawasan yang kian dinamis.

Pertemuan ditutup dengan penegasan bahwa kerja sama maritim ini merupakan wujud nyata solidaritas kedua negara. PM Takaichi berharap komunikasi yang intensif antar pimpinan negara akan terus memperkuat ketahanan kawasan dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.