PM Takaichi menyatakan bahwa sebagai dua negara maritim, Jepang dan Indonesia memiliki kerentanan yang serupa terhadap bencana alam. Oleh karena itu, sinergi dalam manajemen risiko bencana menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera diimplementasikan secara konkret.
"Sebagai dua negara maritim yang rentan terhadap bencana alam, kami menyepakati kerja sama maritim termasuk manajemen risiko bencana, termasuk langkah-langkah pengendalian banjir," tutur PM Takaichi dalam pernyataan persnya. Kesepakatan ini mencakup pertukaran teknologi mitigasi yang canggih.
Selain pengendalian banjir, sektor perikanan juga mendapat perhatian khusus dalam diskusi tersebut. Kedua negara sepakat untuk mempromosikan industri perikanan yang berkelanjutan guna menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir di kedua wilayah.
Di bidang keamanan, Jepang berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas Angkatan Laut Indonesia. Dukungan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik agar tetap bebas, terbuka, dan kondusif bagi jalur perdagangan internasional.
PM Takaichi juga menyambut baik kemajuan diskusi tentang pengaturan kerja sama pertahanan yang saat ini tengah berlangsung antar otoritas pertahanan kedua negara. Upaya ini dipandang sebagai langkah nyata dalam mempromosikan perdamaian di kawasan yang kian dinamis.